Thursday, September 21, 2006

Hakcipta: Isu Karya Masa Depan

Antara klausa-klausa yang terdapat dokumen perjanjian penerbitan yang digubal oleh sebuah penerbit novel yang terkenal, terdapat suatu klausa yang mempunyai implikasi legal seperti berikut:

a. Hakcipta novel itu diserahkan kepada si penerbit buat selama-lamanya.

b. Apa-apa juga novel lain yang akan ditulis oleh novelis itu pada masa depan, maka novel-novel itu tidak boleh diserahkan kepada penerbit lain, hanya boleh diserahkan kepada si penerbit itu sahaja, buat selama-lamanya.

Ini adalah contoh bagaimana si penerbit melakukan niat penindasan yang luar biasa ke atas penulis-penulisnya sendiri.

Ramai penulis yang menerbitkan novel mereka dengan penerbit itu tidak membaca dengan teliti perjanjian penerbitan yang mereka tandatangani.

Ini ada berita baik!

Mengikut Peguam Nisah Haron, implikasi (b) seperti di atas menyebabkan dokumen perjanjian itu dengan sendirinya BATAL dan tidak sah, disebabkan sesuatu kontrak itu tidak boleh dibuat ke atas benda-benda yang belum wujud. Justeru karya masa depan adalah benda-benda yang belum wujud.

Dalam dokumen itu, si penerbit juga tidak menetapkan had tempoh kuatkuasa perjanjian itu.

Ini bermakna, semua perjanjian penerbitan yang selama ini ditandatangani oleh penerbit itu dengan para penulisnya adalah TIDAK SAH.



.

1 Komen :

At 6:48 AM, Blogger Unknown Berkata ...

Halo.
Kami adalah Perusahaan Pemberi Pinjaman, kami menawarkan pinjaman ke seluruh dunia untuk mengeposkan Situs Detail Perusahaan kami untuk mereka yang mendapatkan pinjaman dari Perusahaan Kami.
KAMI MENAWARKAN pinjaman @ 2% suku bunga untuk PURPOSES bisnis dan pribadi.APPLY sekarang dengan:
Nama:
Jumlah yang dibutuhkan:
Lamanya:
Negara:
objektif:
Nomor ponsel:
kirimkan surat kepada kami di: christloanfunds@gmail.com

 

Post a Comment

<< Home